Senin, 13 Oktober 2014

Firasat Benar, Semoga Salah.


https://s3.amazonaws.com/ksr/assets/000/336/514/a70018db8db3e2c4bdb21464817edc77_large.jpg?1358033093


aku menekan-nekan dadaku yang semakin sesak
menghirup udara yang terasa berdebu tanpa celah, menyesakkan
mengatakan pada diri sendiri, untuk jangan menangis.

07.10.14
Wanita itu membolak-balikkan badannya dengan resah. Memungut telepon genggamnya sebentar, kemudian meletakkannya kembali. Jatuh cinta memang kurang ajar, membuat otak susah beristirahat saja. Gumamnya serambi merasakan dentuman-dentuman kecil di dadanya.
Ia memutuskan untuk menyalakan televisi dan merebahkan badannya di sofa cokelat panjang, namun pandangannya tak bisa fokus -antara jam dinding dan televisi-

Matanya mulai terserang kantuk hebat, setelah seharian bekerja dan sempat lembur hingga pukul sepuluh. Jam menunjukkan pukul 00.00, ia menarik bibirnya secara simetris. Mengambil telepon genggamnya dan mulai mengetikkan kata-kata di layarnya
"Selamat ulang tahun, semoga umurmu panjang dan barokah, sukses selalu ya..."
Ia membaca kalimat singkat itu berulang-ulang, mendesah pelan dan memutuskan untuk menghapusnya
Toh, aku bukan siapa-siapanya. Mungkin ia mengharapkan pesan dari wanita lain, atau ia akan menganggapku aneh dengan mengirimi pesan pukul sekian. Baiknya di kantor saja. Wanita itu menimbang dan memutuskan untuk bersembunyi di balik selimut.

13.10.14
Hari itu hari yang buruk untuknya. Terkena semprot bos di kantor, kehujanan, dan harus mempersiapkan materi meeting yang akan diselenggarakan esok hari. Dengan balutan baju kerja, ia merangkak ke atas kasur dan mulai bekerja.
"Ranya, tolong kamu cek sebagian materi yang harus kamu siapkan esok hari. Sudah saya email ke kamu. Thanks"
Wanita itu mendengus pelan, dasar bos, seenaknya sendiri. Ia mengunduh beberapa dokumen yang dimaksud. Setelah menguap beberapa kali, ia memutuskan untuk membuka "jurnal" lelaki itu. Sebuah kesalahan besar.

ternyata benar, ia mengharapkan wanita lain. Firasatku benar, doaku untuk semoga salah-lah yang tak terkabulkan....

Jumat, 10 Oktober 2014

Pergi

http://24.media.tumblr.com/tumblr_luytytOGa01r2aazho1_500.jpg

Sudah lama
Semenjak kepergianmu yang bahkan aku tak mengerti kenapa
Yang aku tahu adalah arah kepergianmu
Menuju jalan bertabur mutiara yang mungkin akan menyesatkanmu
Dulu kamu berbisik padaku,
kamu mencintaiku. lalu mengapa kamu meninggalkanku?
Aku masih di sini
Terduduk di kursi goyang berbahan kayu beraroma sendu
Tentunya semenjak kepergianmu
Tak lupa aku menggunakan kemejamu dan termangu
Dulu kemeja abu-abu ini adalah tempatku menawarkan rindu dalam pelukmu
tapi dulu adalah dulu...

Aku tak pernah menyangka, kita akan memiliki pelukan terakhir
Tak pernah membayangkan, akan berakhir seperti ini.
Namamu akan selalu berada dalam dinginnya tubuhku, yang tak lagi pernah kau rengkuh.

Harga Sikap Perempuan?

http://favim.com/orig/201105/18/beautiful-braid-floral-girl-mask-pearls-Favim.com-48649.jpg
Perempuan itu merelakan jemarinya terasa pegal, menunda pekerjaannya, menahan kantuk matanya,
hanya untuk mempersembahkan dirinya untuk lelaki yang dicintainya.
untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan lelaki itu.

Perempuan itu merelakan hatinya, untuk dicuri, dirampas
hanya dengan sapaan hai dan ramah tamah lelaki pencuri itu.

tapi, sejatinya perempuan tak pernah melakukan hal-hal itu dengan ikhlas, rela sepenuhnya.
pengorbanan perempuan-perempuan itu tidaklah gratis.
jika kalian para lelaki tidak mampu untuk membayarnya,
maka jangan pernah mengambilnya.

tak ada perempuan yang rela pengorbanannya disia-siakan.
perhatian, pengorbanan tidaklah gratis.
semuanya harus dibayar setimpal.

Followers